Logo SMP St. Ignasius

LAPET DELIZIA

CHETRINE ETHA LOINA BR SITEPU   |   Bunga Lasria Gultom, S.Pd.   |   TP 2025-2026   |   Semester 1

Viewer: 22

Latar Belakang
Latar Belakang
Indonesia memiliki beragam makanan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya kuliner nusantara. Salah satu makanan khas Batak yang masih lestari hingga saat ini adalah lapet, yaitu kue tradisonal yang terbuat dari beras ketan, gula merah, dan dibungkus dengan daun pisang.
Seiring perkembangan zaman, inovasi dalam dunia kuliner semakin diperluas agar makanan tradisional tetap dinikmati generasi muda. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah memodifikasi bahan dengan adanya ubi talas (taro). Talas memiliki potensi besar sebagai bahan pangan karena kaya akan karbohidrat, serat, serta kandungan gizi lainnya yang bermanfaat juga bagi kesehatan. Selain itu, warna ungu alami dari taro juga menambah daya tarik visual pada lapet sehingga terlihat lebih modern dan menarik. Melalui projek ini, pembuatan lapet taro diharapkan dapat menjadi bentuk inovasi makanan tradisional yang tetap mempertahankan nilai budaya, namun tetap mempertahankan nilai budaya, namun memiliki sentuhan baru yang lebih sesuai dengan selera masyarakat masa kini. 
Tujuan

Tujuan Project

Melestarikan makanan tradisional agar tetap dikenal dan dinikmati oleh generasi muda melalui tampilan dan rasa yang lebih modern, lewat memodifikasi lapet menggunakan bahan taro (talas) sebagai alternatif selain beras ketan.

Konsep Kegiatan

Mengerjakan projek secara teliti, sesuai dengan prosedur “learning cycle” yang telah dibuat dan menyelesaikan projek dengan tepat waktu.


Karakteristik Kegiatan

Memodifikasi lapet tradisonal dengan bahan taro (inovatif)

Memberi pengalaman belajar mengolah pangan lokal (Edukatif)

Menghasilkan produk bernilai guna dan bernilai jual (Produktif)

Mengasah ide baru dalam tampil dan rasa (Kreatif)

Dikerjakan bersama dalam kerja tim (Kolaboratif)

Keunggulan Kegiatan

Mampu berfikir kritis, dan membuat projek yang bermanfaat bagi orang.