Jody Alvaro Napitupulu | Noni Prince Jawak, S.Pd. | TP 2025-2026 | Semester 1
Viewer: 17
Proposal POE – Jody Alvaro Napitupulu
Latar Belakang:
Sabun biasa dikenal sebagai pembersih tubuh dan termasuk kebutuhan Sehari-hari yang dimanfaatkan sebagai permbersih dan perawatan kulit agar Menjadi lebih bersih dan sehat.
Sabun juga dibuat semakin bervariasi karena Kebutuhan manusia akan kebersihan, kesehatan dan kecantikan kulit.
Sabun adalah senyawa natrium atau kalium dengan asam lemak dari Minyak nabati atau minyak hewani yang bebentuk padat, lunak atau cair, berbusa Digunakan sebagai pembersih, dengan menambahkan bahan-bahan lain seperti zat Pewangi yang tidak membahayakan kesehatan.
Sabun merupakan salah satu Produk turunan dari minyak dan dihasilkan dari reaksi antara minyak atau lemak . (SNI 06-3532,1994).
Saat ini, teknologi sabun telah berkembang pesat. Sabun dengan variasi Bentuk dan aroma dapat diperoleh dengan mudah dipasaran. Kandungan zat-zat Yang terdapat pada sabun juga bervariasi.
Berbagai bahan kimia sintetis yang Ditambahkan ke dalam suatu jenis sabun seringkali menjadi penyebab terjadinya Iritasi pada kulit, maka dari itu pemilihan jenis sabun untuk kulit harus dapat Memperhatikan zat atau komposisi kimia yang terkandung didalamnya.
Salah satu bahan baku yang sangat potensial dalam pembuatan sabun Adalah minyak kelapa murni (virgin coconut oil) karena memiliki khasiat terhadap Kesehatan kulit (Widyasanti, Rahayu dan Zain, 2017.
Virgin coconut oil digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun, karena VCO adalah minyak yang paling kaya dengan kandungan asam lemak yang menguntungkan kulit Dibandingkan dengan minyak lainnya.
Kandungan utama VCO adalah asam laurat 46% (Yui cit Widyasanti et al., 2017).
Menurut Alamsyah (2005), asam laurat merupakan asam lemak jenuh rantai sedang yang bersifat antimikroba (antivirus, antibakteri, dan antijamur).
Dalam pembuatan sabun jika hanya sebagai pembersih tidak cukup menarik dari segi kesukaan konsumen.
Oleh sebab itu, ditambahkan bahan yang memberikan aroma yang disukai konsumen.bahan tambahan yang dapat digunakan sebagai zat yaitu minyak Atsiri.
Minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai bahan Tambahan pembuatan sabun adalah minyak serai wangi.
Serai wangi ( Cymbopogon nardus L.) merupakan salah satu tanaman Yang memiliki banyak manfaat. Hasil penyulingan daun dan batang serai wangi Diperoleh minyak atsiri yang dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama Citronella Oil.
Menurut Luangnarumitchai, Lamlerrthon dan Tiyaboonchai (2007) Menyatakan bahwa kandungan sitronelal, geraniol, dan sitronelol dalam serai Wangi juga mampu menghambat pertumbuhan bakteri.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Brugnera (2011), menunjukkan Bahwa aktivitas antibakteri minyak atsiri daun serai wangi lebih besar terhadap Bakteri Staphylococcus aureus.
Staphylococcus aureus merupakan patogen utama Pada manusia dan hampir setiap orang pernah mengalami infeksi S. Aureus yang Bervariasi beratnya, mulai dari keracunan makanan hingga infeksi kulit ringan Sampai berat yang mengancam jiwa (Triana, 2014).
Oleh sebab itu, pembuatan Sabun dengan penambahan minyak serai wangi sangat bagus, karena selain untuk Menimbulkan aroma, sabun dengan penambahan minyak serai wangi juga berguna Sebagai antibakteri.
Mengacu pada penelitian Amanda (2014), berdasarkan dari segi kesukaan Adalah dengan penambahan minyak gaharu sebanyak 3,5%. Minyak gaharu dan Minyak serai wangi merupakan minyak atsiri yang mempunyai aroma wangi yang Sangat pekat.
Maka dari itu penelitian yang akan dilaksanakan dalam pembuatan Sabun padat dengan penambahan minyak atsiri serai wangi untuk setiap Perlakuannya adalah 2,5%, 3%, 3,5%, 4% dan 4,5%.
Penambahan minyak atsiri Serai wangi sebagai peningkat kandungan antibakteri dan aroma.
Berdasarkan hal Tersebut telah dilakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Penambahan Minyak Serai Wangi (Cymbopogon nardus) terhadap Karakteristik Sabun Padat dari Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil)
Sabun alami menggunakan bahan-bahan organik seperti minyak nabati (kelapa, zaitun, sawit) dan ekstrak tumbuhan untuk membersihkan kulit, sementara aroma berasal dari minyak esensial alami (lavender, lemon, peppermint) atau ekstrak tumbuhan seperti mawar dan serai.
Bahan alami dipilih karena bebas dari bahan kimia sintetis yang dapat mengiritasi kulit.
Minyak Kelapa:
Memberikan busa dan kelembutan.
Minyak Zaitun:
Dikenal melembapkan kulit.
Minyak Sawit:
Digunakan dalam formulasi sabun.
Minyak Lain:
Seperti minyak jagung dan minyak biji bunga matahari.
Bahan Tambahan:
Ekstrak tumbuhan (lidah buaya, mawar, serai) atau mentega (shea butter, cocoa butter) juga bisa ditambahkan untuk manfaat tambahan pada kulit.
Aroma pada sabun Alami
Aroma pada sabun alami berasal dari minyak esensial (essential oil) dan ekstrak tumbuhan. Beberapa contohnya adalah:
Minyak Esensial:
Lavender: Untuk aroma menenangkan.
Lemon: Memberikan aroma segar.
Peppermint: Aroma menyegarkan.
Tea Tree Oil: Memberikan aroma khas dan memiliki sifat antibakteri.
Ekstrak Tumbuhan:
Bunga: Mawar, melati, atau bunga lainnya bisa menambah aroma dan daya tarik visual.
Keunggulan Sabun Alami
Sabun alami lebih disukai karena:
Bebas Bahan Kimia Sintetis:
Tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya ditemukan dalam sabun konvensional dan berpotensi berbahaya bagi kulit.
Manfaat Bagi Tubuh:
Minyak esensial tidak hanya memberikan aroma tetapi juga bisa memberikan efek relaksasi atau antiseptik.
Lebih Lembut:
Bahan-bahan alami cenderung lebih lembut di kulit dan mengurangi risiko iritasi.
Sabun alami juga memiliki bahan bahan yang cukup murah dan cukup ramah lingkungan juga memiliki khasiat yang banyak bagi manusia.
Dalam proposal POE ini,ada beberapa tujuan seperti:
- Siswa dapat memahami apa itu sabun alami
- Siswa dapat membuat sabun alami
- Siswa dapat mengerti manfaat dari sabun alami
- Sabun Alami dapat lebih melestarikan lingkungan
- Sabun Alami dapat memberikan manfaat sabun alami kepada orang lain.
-Sabun alami memiliki manfaat yang lebih besar dari pada sabun berbahan kimia.
-Sabun Alami memiliki banyak manfaat pada kulit dan dapat mencerahkan kulit.
A.Exploring.
B.Planning.
C.Doing.
D.Communicating.
E.Reflecting.
Karena/Bahwa Project ini menggunakan learning cycle.
Dalam projek ini,ada beberapa karakteristik kegiatan,seperti:
A.Membangun ide kreatif dan inovatif dalam membuat sabun alami.
B.Melakukan tugas dengan tepat waktu dan tidak terlambat.
C.Selalu menunjukkan ide kreatif dalam membuat sabun alami
D.Berpikir kritis.
Dalam projek ini,ada beberapa keunggulan, seperti:
A.Mampu berpikir kritis dalam pembuatan sabun alami.
B.Mampu mendeskripsikan fungsi dan bahan sabun alami.
C.Mampu berpikir kritis dalam menambah wangi dan memperindah tampilan sabun alami tersebut.
Tahap Doing
Tahap Communicating
Tahap Doing
Tahap Communicating