JESSIKA ISTIMEWA SINAGA | Lena Christina Sitanggang, S.Pd.,Gr. | TP 2025-2026 | Semester 1
Viewer: 17
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia memiliki beragam makanan tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya bangsa. Salah satunya adalah jalangkote, makanan khas Makassar, Sulawesi Selatan, yang mirip pastel namun memiliki ciri khas kulit tipis dan renyah serta disajikan dengan saus cuka pedas-manis.
Di tengah maraknya makanan modern, keberadaan jalangkote perlu diperkenalkan kembali agar generasi muda lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan kuliner nusantara. Oleh karena itu, siswa SMP membuat project jalangkote sebagai bentuk pembelajaran budaya, kewirausahaan, dan keterampilan hidup.
B. Tujuan
1. Mengenalkan jalangkote sebagai makanan tradisional khas Makassar.
2. Melatih keterampilan siswa dalam membuat makanan tradisional.
3. Menumbuhkan rasa cinta budaya lokal dan nasional.
4. Mengembangkan kreativitas serta jiwa kewirausahaan siswa.
Project Jalangkote dirancang sebagai kegiatan pembelajaran berbasis praktik yang menggabungkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas siswa dalam membuat serta mengembangkan makanan tradisional khas Makassar, yaitu jalangkote.
Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok untuk melatih kerja sama, mulai dari tahap perencanaan resep, persiapan bahan, proses pembuatan, pengemasan, hingga presentasi atau penjualan produk. Selain itu, siswa diajak berinovasi dengan menciptakan variasi rasa atau bentuk jalangkote agar lebih menarik.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang kuliner, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam wirausaha, pelestarian budaya lokal, dan pengembangan kreativitas. Hasil akhir dari project ini adalah produk jalangkote yang siap dinikmati ataupun dipasarkan dalam kegiatan sekolah
1. Edukasi dan Praktis – siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung praktik membuat jalangkote.
2. Kreatif dan Inovatif – memberi ruang bagi siswa untuk berkreasi dengan bentuk, rasa, atau variasi isi jalangkote.
3. Kolaboratif – dikerjakan secara berkelompok sehingga melatih kerja sama, komunikasi, dan gotong royong.
4. Berbasis Kearifan Lokal – mengenalkan serta melestarikan makanan tradisional khas Makassar.
5. Entrepreneurship – mendorong siswa untuk berpikir wirausaha, mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga perhitungan harga jual.
6. Menyenangkan dan Bermakna – kegiatan dikemas menarik sehingga siswa antusias dan merasa hasilnya bermanfaat.
7. Berorientasi Produk – hasil akhir berupa jalangkote yang siap dinikmati atau dipasarkan.
1. Melatih Keterampilan Praktis – siswa belajar langsung cara membuat makanan tradisional.
2. Menumbuhkan Kreativitas – bisa berinovasi dengan bentuk, rasa, dan isi jalangkote.
3. Meningkatkan Kerja Sama – dilakukan secara berkelompok sehingga melatih gotong royong.
4. Pelestarian Budaya Lokal – memperkenalkan dan menjaga makanan khas daerah agar tetap dikenal.
5. Berorientasi Wirausaha – siswa belajar menghitung biaya, harga jual, serta strategi pemasaran.
6. Memberi Pengalaman Nyata – hasilnya berupa produk yang bisa dinikmati atau dijual.
7. Menyenangkan dan Edukatif – kegiatan tidak hanya belajar, tetapi juga seru dan bermakna
Tahap Communicating
Tahap Doing
Tahap Communicating