Logo SMP St. Ignasius

I bullying no way

Daffin Tristan P Sitohang   |   Rafael Simangunsong, S.Fil.   |   TP 2025-2026   |   Semester 1

Viewer: 17

Latar Belakang

Indonesia memiliki keberagaman suku, agama, bahasa, dan lain.  Namun itu terjadi banyak sekali perpecahan karena perbedaan oleh karena itu saya membuat project dengan tema unityty of diversity dengan nama project:I bullying no way.

Saya memilih project i bullying no way karena terjadi banyak sekali pembullyan di berbagai daerah dan kota. Dan dari situ saya ingin membantu agar tidak ada terjadinya bullying di sekolahan, dengan project ini saya ingin siswa/siswi SMP st ignasius agar mengetahui bahwa bahayanya bullying. Karena dapat berakibat fatal korban bullying akan mengalami trauma berat, fisik yg lemah dan lain lain. 

Tujuan
Agar tidak ada lagi yg namanya bullying di sekolah
Konsep Kegiatan

Sosialisasi dan Edukasi

  • Seminar dan Workshop: Mengadakan seminar atau workshop untuk siswa, guru, orang tua, dan masyarakat tentang apa itu bullying, jenis-jenisnya, serta dampaknya. Ini juga bisa melibatkan ahli psikologi atau konselor untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam.

  • Kampanye Media Sosial: Menggunakan platform media sosial untuk menyebarluaskan pesan tentang bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Kampanye ini bisa menggunakan hashtag seperti #BullyingNoWay dan #StopBullying.

2. Hari Anti-Bullying

  • Mengadakan acara tahunan atau bahkan bulanan yang diperingati sebagai Hari Anti-Bullying, di mana sekolah, kantor, atau komunitas dapat melakukan aktivitas untuk mempromosikan empati, kebersamaan, dan penghargaan terhadap perbedaan.

  • Aksi Simbolis: Misalnya, mengenakan pakaian berwarna ungu (warna simbol anti-bullying), pembacaan deklarasi, atau pembentukan gerakan damai di lingkungan sekolah.

Karakteristik Kegiatan
Membully
Keunggulan Kegiatan

.Meningkatkan Kesadaran Siswa tentang Bullying

Membantu siswa memahami apa itu bullying, bentuk-bentuknya (verbal, fisik, sosial, cyber), dan dampaknya terhadap korban.

Menumbuhkan empati dan rasa peduli terhadap sesama.


2. Mendorong Sikap Aktif Melawan Bullying

Mengajak siswa menjadi “upstander”, yaitu orang yang berani mencegah atau melaporkan bullying, bukan hanya menjadi penonton (bystander).

Membentuk lingkungan sekolah yang lebih aman dan suportif.


3. Membentuk Karakter Positif

Menumbuhkan nilai-nilai seperti:

Toleransi

Rasa hormat

Keberanian

Kepedulian terhadap orang lain