Logo SMP St. Ignasius

Miniature Sasak Heritage House

GREENY IOANNA RAFAELA HUTAGALUNG   |   Holong Nainggolan, S.Kom., Gr.   |   TP 2025-2026   |   Semester 1

Viewer: 26

Latar Belakang

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, salah satunya adalah rumah adat yang mencerminkan identitas dan kearifan lokal masyarakatnya. Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, memiliki rumah adat unik yang dikenal dengan sebutan Bale Tani atau Bale Lumbung. Rumah ini dibangun dengan bahan alami seperti bambu, kayu, dan atap alang-alang, serta dirancang sesuai kondisi geografis dan iklim setempat. Arsitekturnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai budaya, simbolisme, dan tradisi turun-temurun.
Membuat miniatur rumah adat Suku Sasak merupakan upaya untuk melestarikan dan mengenalkan warisan budaya Nusantara kepada generasi muda. Melalui miniatur ini, kita dapat mempelajari detail bentuk, struktur rumah adat tersebut sekaligus mengasah kreativitas dan keterampilan tangan. Projek ini diharapkan menjadi media edukasi sekaligus penghargaan terhadap kekayaan budaya daerah, agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman modern.

Tujuan

1. Mengenalkan bentuk, fungsi, dan filosofi rumah adat Suku Sasak kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
2. Melestarikan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya Indonesia.
3. Melatih keterampilan tangan, ketelitian, dan kreativitas dalam membuat karya kerajinan.
4. Menjadikan miniatur sebagai media edukasi tentang arsitektur tradisional dan kearifan lokal.
5. Mendorong kesadaran pentingnya menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman modern.

Konsep Kegiatan

Pembuatan miniatur rumah adat Suku Sasak adalah kegiatan kreatif untuk melestarikan dan mengenalkan budaya Lombok melalui replika berskala kecil. Prosesnya mencakup riset desain, pembuatan rangka, pemasangan dinding dan atap, hingga dekorasi, sehingga peserta dapat belajar budaya sekaligus melatih keterampilan dan kreativitas.

Karakteristik Kegiatan

1. Menyesuaikan Bentuk Asli
Miniatur dibuat menyerupai rumah adat Sasak sesungguhnya, termasuk bentuk atap melengkung rendah, struktur bambu, dan lantai tanah.Detail seperti pintu, jendela.

2. Menggunakan Bahan Sederhana
Memakai bahan yang mudah didapat seperti stik es krim, kardus, sedotan, kertas, atau anyaman mini dari tali. Warna dan tekstur diusahakan mirip bahan asli.

3. Teknik Perakitan Manual
Potong, tempel, dan rakit dengan lem atau perekat.Membutuhkan keterampilan tangan dan ketelitian

4. Nilai Edukasi dan Budaya
Menjadi media pembelajaran budaya Lombok secara visual.

Keunggulan Kegiatan

1. Melestarikan Budaya Lokal
Membantu menjaga dan mengenalkan warisan arsitektur tradisional Sasak kepada generasi muda.

2. Mengasah Kreativitas dan Keterampilan
Melatih ketelitian, kesabaran, dan kemampuan tangan dalam membuat karya seni.

3. Media Pembelajaran Menarik
Menjadikan proses belajar budaya lebih interaktif dan visual, sehingga mudah dipahami.

4. Bahan Mudah Didapat dan Murah
Tidak memerlukan bahan mahal, cukup memanfaatkan barang sederhana atau bekas.

5. Meningkatkan Kerja Sama
Dapat dikerjakan secara berkelompok sehingga menumbuhkan rasa kebersamaan.

Tahap Doing