AULIA BANJAR NAHOR | Alvin Gratianus Tamba, S.Pd. | TP 2025-2026 | Semester 1
Viewer: 46
Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kaya akan budaya dan tradisi. Salah satu wujudnya adalah adanya berbagai macam perhiasan tradisional yang memiliki makna simbolis, seperti kalung dan sortali. Kalung tradisional sering digunakan dalam upacara adat untuk memperindah penampilan sekaligus melambangkan status sosial maupun keindahan budaya. Sementara itu, sortali adalah hiasan kepala khas Batak Toba yang biasanya dikenakan dalam acara adat, yang melambangkan kehormatan, penghargaan, dan identitas budaya.
proyek PKN berupa pembuatan kalung dan sortali, siswa diajak untuk Melalui:
Mengenal serta melestarikan warisan budaya bangsa.
Menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas nasional.
Melatih keterampilan, kreativitas, dan kerja sama dalam membuat karya.
Mengaplikasikan nilai-nilai PKN, seperti gotong royong, tanggung jawab, dan persatuan ditengah keberagaman budaya.
1.Melestarikan budaya lokal – menunjukkan rasa cinta tanah air dengan mengenalkan dan menjagawarisan budaya daerah, dalam hal ini aksesoris khas Batak.
2.Meningkatkan kreativitas siswa – mengasah keterampilan tangan, seni, dan inovasi dalammembuat kerajinan.
3.Menanamkan nilai kebersamaan – karena proyek dikerjakan bersama, siswa belajar bekerja sama,gotong royong, dan menghargai peran masing-masing.
4.Menghubungkan budaya dengan pendidikan kewarganegaraan – memahami bahwa PKN tidakhanya soal teori, tapi juga praktik nyata dalam mencintai identitas bangsa.
5.Menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas bangsa – dengan memakai kalung dan sortali hasilkarya sendiri, siswa merasakan langsung nilai budaya dan kebangsaan.
1. Ide Dasar – Terinspirasi dari budaya Batak, khususnya sortali (ikat kepala) yang biasanya dipakai pada upacara adat dan kalung sebagai hiasan tradisional.
2. Tujuan – Melestarikan budaya lokal, menanamkan rasa cinta tanah air, serta mengembangkan kreativitas siswa melalui karya seni kerajinan.
3. Bahan & Alat – Bahan sederhana yang mudah didapat, misalnya kain songket/ulos, manik-manik, benang, pita, karton, lem, dan gunting.
4.Proses Pembuatan -Perencanaan: menentukan desain dan motif kalung serta sortali. -Pelaksanaan: membuat pola, memotong bahan, merangkai manik-manik, menjahit atau merekatkan. -Finishing: memperindah hasil karya dengan detail tambahan lalu siap dipamerkan/dipakai.
5.Nilai Pendidikan –Proses ini menanamkan kerja sama (gotong royong), kreativitas, dan sikap menghargai warisan budaya
6. Hasil Akhir – Produk kerajinan berupa kalung dan sortali yang dapat dipamerkan pada kegiatan sekolah sebagai simbol kebanggaan budaya.
1. Berbasis Budaya Lokal – Menggunakan inspirasi dari aksesoris tradisional (sortali dan kalung Batak) sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal.
2. Kreatif dan Inovatif – Membutuhkan keterampilan tangan, seni, dan ide baru dalam mendesain kalung serta sortali agar tetap menarik.
3. Kolaboratif – Dikerjakan secara berkelompok sehingga melatih kerja sama, komunikasi, dan gotong royong.
4. Kontekstual – Mengaitkan antara pembelajaran PKN dengan kehidupan nyata, khususnya dalam melestarikan budaya bangsa.
5. Berorientasi Nilai Pancasila Menanamkan nilai cinta tanah air, gotong royong, dan menghargai keberagaman .
6. Produktif Menghasilkan karya nyata (kalung dan sortali) yang bisa dipamerkan, dipakai, atau dijadikansimbol dalam kegiatan sekolah.
1. Melestarikan Budaya Lokal – Membiasakan siswa untuk mengenal dan menjaga warisan budaya Batak melalui karya nyata.
2. Mengasah Kreativitas dan Keterampilan – Memberikan pengalaman membuat kerajinan tangan yang melatih seni, ketelitian, dan inovasi.
3. Membangun Sikap Gotong Royong – Proses pengerjaan dilakukan secara kelompok sehingga melatih kerja sama, toleransi, dan tanggung jawab.
4. Menanamkan Nilai Pancasila – Cinta tanah air, menghargai kebhinekaan, dan persatuan tercermin dalam kegiatan ini.
5. Memberikan Pengalaman Belajar Kontekstual – Pembelajaran tidak hanya teori, tapi juga praktik langsung yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
6. Meningkatkan Rasa Bangga dan Identitas – Menghasilkan karya yang bisa dipamerkan/dipakai sehingga menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri.
7. Mendukung Profil Pelajar Pancasila – Sesuai dengan dimensi kreatif, gotong royong, dan berkebinekaan global.
Tahap Doing
Tahap Communicating
Tahap Doing
Tahap Communicating