Logo SMP St. Ignasius

Tiga Titik Jauh, Satu Garis Temu

Marsya Pelita Caecillia Lingga   |   Dormauli Simarmata, S.Pd   |   TP 2025-2026   |   Semester 2

Viewer: 13

Foto Projek
Latar Belakang

Novel ini lahir dari sebuah keresahan mendalam tentang cara dunia bekerja dengan sangat cepat dalam menghapus jejak keberadaan seseorang hingga mereka dianggap tidak pernah ada sama sekali. Melalui perjalanan Keithara dan Arunika, kami ingin mengeksplorasi kondisi kehilangan yang absolut di mana ingatan pribadi menjadi satu-satunya saksi atas sebuah eksistensi yang telah lenyap dari catatan sejarah. Penggunaan unsur ilustrasi gambar di dalam cerita ini menjadi simbol perlawanan terhadap lupa sekaligus pengingat bahwa di tengah arus waktu yang terus memaksa manusia untuk bergerak maju, ada kenangan yang tetap layak untuk dijaga. Pada akhirnya, kisah ini ditulis sebagai sebuah proses emosional untuk memahami bahwa melepaskan bukan berarti melupakan, melainkan sebuah cara puitis untuk mengantarkan gema masa lalu yang tersesat menuju tempat pulang yang paling damai di dalam hati.

Tujuan
1. Menumbuhkan kreativitas kami dalam membuat cerita yang berbeda dari biasanya. Menghadirkan cerita fantasi yang menarik dan mudah dipahami oleh pembaca.
2. Menyampaikan pesan bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan memiliki peran penting dalam kehidupan.
3. Melatih kemampuan kami dalam menulis dengan alur yang teratur dan tokoh yang jelas.
4. Memberikan hiburan sekaligus pelajaran kepada pembaca melalui kisah fantasi lintas waktu. 
Konsep Kegiatan

1. Perencanaan Ide: Kami mulai dengan menentukan tema misteri, menyusun alur 22 bab, menciptakan tokoh seperti Keithara dan Arunika, serta menyelipkan pesan moral tentang cara mengikhlaskan kehilangan.

2. Pembagian Tugas: Setiap anggota kelompok punya peran penting, ada yang fokus menulis draf cerita, mendesain cover ala estetik Ghibli, hingga merapikan tulisan (editor) agar enak dibaca.

3. Proses Penulisan: Kami mulai menyusun kata-kata puitis bab demi bab untuk membongkar rahasia Kota Nirwana yang hilang, sesuai dengan outline yang sudah disepakati bersama.

4. Penyusunan Produk: Tahap ini adalah menyatukan semua naskah, ilustrasi, dan tata letak halaman menjadi satu kesatuan novel utuh berjudul "Kota yang Hilang".

5. Menunjukkan Hasil Karya: Kami memperlihatkan draf final novel ini kepada guru dan teman-teman untuk berbagi keajaiban cerita yang sudah kami bangun

6. Refleksi Cerita: Kami menceritakan tantangan saat membangun emosi di setiap bab dan apa saja pelajaran berharga yang kami dapatkan selama proses kerja sama tim ini.

Karakteristik Kegiatan

1. Kami bekerja sama membuat cerita yang terencana rapi dalam dua puluh dua bab yang saling menyambung.

2. Kami fokus membangun suasana dunia dalam cerita secara detail supaya pembaca merasa masuk ke dalamnya.

3. Setiap bab dibuat untuk menunjukkan perasaan tokoh dan masalah yang mereka hadapi secara perlahan.

4. Kami memilih kata-kata yang indah agar pesan tentang arti mengikhlaskan bisa sampai ke hati pembaca.

5. Cerita dibagi menjadi dua puluh dua bagian supaya kami bisa lebih dalam menceritakan rahasia Kota Nirwana.

6. Kegiatan ini mengubah ide sederhana tentang kehilangan menjadi sebuah buku cerita yang lengkap dan menarik.

Keunggulan Kegiatan

1. Meningkatkan keterampilan menulis dan menyusun alur cerita.

2. Memberikan pengalaman praktik langsung dalam membuat cerita fantasi. 

3. Menanamkan kepedulian sosial melalui pesan moral dalam cerita.

4. Mengembangkan kreativitas dan inovasi dengan ide filosofis dibalut misteri.

Foto Doing

Tahap Doing

Foto Communicating

Tahap Communicating

Tahap Doing