CLARA ELISABETH NAULI PANDIANGAN | Eni R S Sembiring, S.Ag | TP 2025-2026 | Semester 2
Viewer: 12
Banyak remaja tumbuh dengan tekanan keluarga yang menjadikan prestasi sebagai tolok ukur nilai diri, sehingga perhatian dan kebutuhan emosional sering terabaikan. Kondisi ini dapat memicu kelelahan mental, overthinking, serta krisis jati diri yang berdampak pada cara remaja memandang hidup dan dirinya sendiri.
Novel Antara Luka dan Sastra dibuat untuk menggambarkan kondisi tersebut melalui tokoh Aveline Callieste, dengan inovasi berupa surat penyemangat bagi pembaca serta pembatas buku simbolis sebagai penguat pesan pemulihan dan harapan.
1. Menggambarkan realitas tekanan psikologis yang dialami remaja akibat tuntutan keluarga dan lingkungan.
2. Menunjukkan proses pencarian jati diri serta perjuangan tokoh utama dalam menghadapi luka batin dan overthinking.
3. Menyampaikan pesan bahwa pemulihan dan penerimaan diri dapat dicapai melalui proses yang bertahap.
4. Memberikan motivasi dan harapan kepada pembaca agar tidak menyerah pada kondisi mental yang melelahkan.
Kegiatan ini merupakan proyek penulisan novel yang dilakukan secara bertahap, dimulai dari penyusunan ide dan alur cerita, dilanjutkan dengan proses penulisan, revisi, dan penyempurnaan naskah. Hasil akhir kegiatan berupa sebuah buku novel.
1. Cerita membahas kehidupan remaja yang sering mengalami tekanan dan kebingungan tentang diri sendiri.
2. Alur cerita dibuat runtut dari masa kecil sampai masa depan tokoh utama.
3. Cerita lebih fokus pada perasaan, pikiran, dan konflik batin tokoh utama.
1. Proyek dilakukan melalui tahapan lengkap, mulai dari perencanaan, penulisan, revisi, hingga penyajian hasil karya.
2. Mengembangkan kreativitas dan konsistensi siswa dalam menulis karya panjang berupa novel.
3. Melatih kemampuan mengatur waktu dan tanggung jawab selama proses pengerjaan proyek.
4. Menggabungkan karya tulis dengan inovasi produk pendukung (surat dan pembatas buku).
5. Hasil kegiatan berupa karya nyata yang dapat dibaca dan dinilai secara langsung.