YOSUA T.A TARIHORAN | Mikael Tampubolon, S.Pd | TP 2025-2026 | Semester 2
Viewer: 12
Kritik terhadap rendahnya kualitas siswa maupun ketidakefektifan sistem sekolah tidak akan berarti apa-apa jika tidak di ikuti dengan upaya perbaikan. Mengeluh tanpa memberikan solusi hanya akan menurunkan nilai pribadi kita. Saya tidak ingin lagi menjadi sekadar "pengikut" yang menerima keadaan begitu saja. Bagi saya, seseorang yang hanya bisa komplain tanpa mau memperbaiki masalah adalah bagian dari masalah itu sendiri. Oleh karena itu, saya memilih untuk bergerak dan mengusulkan perubahan.
Sekolah seharusnya menjadi tempat pertumbuhan, namun kenyataan di lapangan menunjukkan beberapa masalah serius:
Hukuman yang Tidak Mendidik: Pemberian tugas menulis surat perjanjian berlembar-lembar tanpa adanya bimbingan untuk menyelesaikan akar masalah adalah tindakan yang hanya membuang waktu.
Kualitas Pengajaran Kewirausahaan: Sekolah mempromosikan program entrepreneurship, namun materi tersebut sering kali disampaikan oleh pengajar yang belum sepenuhnya menguasai bidang tersebut. Hal ini membuat ilmu yang diterima siswa menjadi tidak maksimal dan proses pembelajaran monoton.
Fokus pada Penilaian, Bukan Inovasi: Dalam tugas proyek, siswa lebih sering dituntut untuk memenuhi kriteria penilaian daripada diajarkan cara berinovasi dan berpikir kreatif. Akibatnya, esensi dari belajar itu sendiri hilang.
Berdasarkan hal-hal di atas, saya menyatakan bahwa sekolah ini membutuhkan reformasi. Kita butuh sistem yang lebih efisien, pengajar yang benar-benar kompeten di bidangnya, dan lingkungan yang mendukung siswa untuk benar-benar berkembang, bukan sekadar mengikuti aturan secara buta.
Perubahan harus dimulai sekarang, dan saya siap untuk berkontribusi dalam proses tersebut.
Transformasi Kritik Menjadi Aksi Nyata: Beralih dari sekadar mengeluhkan kekurangan sistem ke arah tindakan nyata yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah. Saya berkomitmen untuk tidak lagi menjadi pengamat yang pasif, melainkan pelaku perubahan yang solutif.
Peningkatan Kualitas Ekosistem Sekolah: Meningkatkan standar dan nilai lingkungan sekolah melalui perbaikan sistem yang selama ini dijalankan tanpa evaluasi yang kritis. Tujuannya adalah menciptakan sistem yang lebih efisien dan bermanfaat bagi seluruh siswa.
Pengembangan Teladan dan Dukungan Rekan Sejawat: Menjadi pendukung yang baik dan memberikan teladan positif bagi teman-teman sesama siswa. Inisiatif ini bukan dilakukan untuk mencari pengakuan pribadi, melainkan untuk kepentingan dan kemajuan bersama dalam semangat solidaritas.
Komitmen pada Perubahan Bertahap: Membangun kedisiplinan diri untuk tetap konsisten dalam menjalankan program ini. Meskipun dimulai dengan langkah-langkah kecil dan menghadapi tantangan dalam hal konsistensi, saya tetap bertekad untuk memberikan kontribusi semaksimal mungkin bagi lingkungan yang saya sayangi.
Murid menulis jurnal yang akan dibentuk secara fisik dan daring.