Bixente Steffan Elber Keliat | Alvin Gratianus Tamba, S.Pd. | TP 2025-2026 | Semester 2
Viewer: 10
Masa usia sekolah adalah masa pertumbuhan kritis yang membutuhkan asupan gizi seimbang. Namun, maraknya jajanan kurang sehat di sekitar sekolah menjadi ancaman bagi kesehatan anak, seperti risiko gizi kurang/lebih, kurang konsentrasi, hingga penurunan daya tahan tubuh.
Membawa bekal sehat dari rumah adalah solusi efektif untuk memastikan nutrisi anak terpenuhi. Selain itu, bekal buatan rumah lebih higienis dan dapat disesuaikan dengan selera anak, sehingga mendorong kebiasaan makan yang lebih baik sejak dini.
Berdasarkan hal tersebut, saya mengajukan kegiatan "Bekal Sehat, Tubuh Kuat" sebagai langkah edukasi interaktif bagi orang tua dan siswa dalam menyediakan makanan bergizi seimbang (karbohidrat, protein, vitamin).
1. Meningkatkan kesadaran orang tua dan anak akan pentingnya gizi seimbang.
2. Mengedukasi cara mengolah dan memilih menu bekal yang sehat dan menarik.
3. Mengurangi kebiasaan jajan sembarangan di sekolah.
4. Membangun kebiasaan membawa bekal sehat yang konsisten.
1. Membuat makanan dengan tidak mencampurkan bahan bahan yang tidak sehat.
2. Mencampurkan bahan bahan yang sehat dan bergizi seperti jagung, sayuran, dan buah atau ubi ubian.
3. Membuat makanan dengan memakai alat masakan yang bersih dan tidak berkarat.
4. Memasukkan daging atau ikan yang berkualitas dan bersih untuk di masak.
5. Meletakkan makanan yang sudah jadi ke tempat yang bersih dan tidak rusak.
1. Membiasakan orang atau siswa untuk memakan makanan yang bergizi dan sehat.
2. Memberikan gizi dan protein yang mengongsumsi makanan .
3. Menghasilkan makanan yang dapat di konsumsi oleh orang lain.
4. Mengasah keterampilan membuat atau memasak makanan yang bergizi.